Danau Ugo, Potensi Wisata Alam di Batanghari Yang Terkendala Infrastruktur - Bentara Jambi

Jambi Terkini

Danau Ugo, Potensi Wisata Alam di Batanghari Yang Terkendala Infrastruktur

Batanghari - Di Desa Aur Gading, Kecamatan Batin XXIV, ternyata ada potensi pariwisata alam yang selama ini belum mendapat sentuhan untuk dijadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Batanghari. Obyek wisata dimaksud, yakni sebuah danau dimana oleh masyarakat setempat dinamakan Danau Ugo dengan kisaran luas wilayah tak kurang dari 132 hektare. "Ada potensi wisata Danau Ugo si desa kita, terkelola dengan baik selama ini, kata Habibullah, Pj Kades Aur Gading.

Habibullah mengatakan, belum lama ini pihak Pemerintah Provinsi telah melakukan kros cek guna meninjau lokasi Danau Ugo. "Mereka merespon baik jika danau tersebut dijadikan salah satu destinasi wisata di Batanghari. Tapi, salah satu kendalanya mungkin akses jalan yg buruk hanya bisa melewati jembatan gantung," ucapnya.
Danau Ugo, Potensi Wisata Alam di Batanghari Yang Terkendala Infrastruktur
Diberitakan sebelumnya, jalan poros penghubung Lima desa yakni, Desa Koto Boyo, Hajran, Mato Gual, Aur Gading dan Olak Besar, sepanjang Tujuh kilo meter, di Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, sudah 10 tahun terakhir kondisiny dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan peningkatan kualitas jalan. Keadaan infrastruktur jalan dimaksud, membuat mobilisasi warga yang jumlahnya tidak kurang dari 7.000 jiwa yang lalu lalang di akses jalan tersebut terganggu baik dalam segi pembangunan, dan perekonomian. Hal tersebut diungkapkan, Pj Kades Aur Gading, Habibullah, saat dibincangi di kediamannya, Sabtu, (27-6-2020). "Dulunya jalan itu dibangun saat ABRI Masuk Desa (AMD). Tidak kurang dari 15 tahun jalan itu tak pernah tersentuh pembangunan," katanya.

Habibullah menjelaskan, jika ada warga desanya yang ingin membangun rumah apalagi rumah permanen, maka proses transportasi pengangkutan bahan material bangunan saja sangat terkenda dengan kondisi jalan yang berlumpur dengan lobang sebatas ukuran lutut kaki orang dewasa. "Alternatif lain hanya lewat jembatan gantung. Tapi tau sendiri la kapasitas yang bisa dibawa. Dan harus berulang pengangkutanya. Kalau lewat Koto Boyo kondisi jalannya parah," ulasnya.

Selain terkendala dalam proses membangun rumah bagi warga Lima desa dimaksud, hal lain yang tak kalah pentingnya yaitu alur perjalanan produksi hasil perkebunan karet dan sawit ratusan hektare warga di kawasan itu juga terhambat akibat infrastruktur di beberapa ruas jalan rusak tadi. "Kalu hari hujan tidak bisa lewat. Kalau banjir terendam," ucapnya.

Terpisah, Mardianto, Pj Kades Mato Gual, saat dikonfirmasi membenarkan jika ruas jalan yang disebut di atas kondisinya sudah sangat memprihatinkan. "Di desa kita saja ada Empat titik ruas jalan yang hancur," sebutnya.

Sumber: Jambi One

Tidak ada komentar:

Posting Komentar